Psikologi Trading untuk Jauhi Kegagalan Investasi Saham.
Banyak investor yang ahli berbagai analitis, dari analitis fundamental, teknikal sampai bandarmologi, tetapi banyak yang gagal dan alami rugi saat lakukan investasi saham.
Satu diantaranya penyebabkan adalah faktor psikologi, ketidaksiapnya investor dalam menyikapi pergerakan saham yang paling turun-naik. "Ketidaksiapnya mental mempengaruhi keputusan sampai sebagian orang gagal karena grogi dan salah putuskan jual atau beli, walaupun sudah diberkali banyak analitis," kata Ketua LP3M Investa, Hari Prabowo saat berbicara berkenaan Psikologi Trading ke tim marketing dan sales BNI Sekuritas, barusan ini.
Ia menegaskan, di pasar modal selalu ada banyak kesempatan karena pergerakan saham terkuasai oleh beberapa faktor yang penuh ketidaktahuan. Dengan demikian, perbekalan pengetahuan analitis saja masih tidak cukup, tetapi harus dilengkapi dengan penyiapan mental, psikologi trading. Psikologi trading, ucapnya, satu keputusan saat melakukan transaksi yang terkuasai oleh mental, pertimbangan, dan sikap. Psikologi mempengaruhi cara berpikir seseorang yang seterusnya digerakkan dengan sikap dalam putuskan.
Jika tidak siap dan pikirannya kalut bisa menjadikan keputusan yang diambil menjadi salah (loss). Sebaliknya,pertimbangan positif dan tenang akan menghasilkan keputusan yang hadirkan keuntungan (gain). Menurut hari, dalam trading saham dibutuhkan kemampuan analitis fundamental, teknikal, bandarmologi (tape reading), melihat prospek emiten, dan psikologi.
Mengapa psiklogi trading diperlukan? Karena banyak investor gagal dalam trading saham karena faktor psikologi, walaupun perbekalan pengetahuan analitis betul-betul memenuhi. Penyiapan mental untuk berani menanggu risiko, tidak demikian euforia saat mendapat hasil yang fenomenal, betul-betul diperlukan dalam berdagang saham. Di pasar modal, kata Hari Prabowo, selalu ada kesempatan, dan tidak bisa bicara kepastian.
Ia menulis minimum ada 13 kesalahan investor sampai gagal dan rugi dalam trading saham.
1. Kerjakan trading tanpa dikasih pengetahuan.
2. Membeli saham seperti mengincar "layang-layang putus". Walaupun harga sudah naik tinggi tetapi karena dikuasai secara psikologi masih dikejar sampai beli saham saat harga sudah di pucuk.
3. Membeli saham "tangkap pisau jatuh". Saham yang sedang bergerak turun karena di rasa sudah murah pada akhirannya dibeli, walaupun sebetulnya harga sedang dalam tren pengurangan.
4. Membeli saham umumnya type dan jumlahnya sampai tidak fokus.
5. Semua modal dibelikan hanya satu saham karena demikian percaya diri.
6. Kuat menahan rugi, tapi tidak kuat menahan untung.
7. Tidak kenali apa dan bagaimana prospek perform dan prospek perusahaan yang sahamnya dibeli.
8. Demikian tamak dan mudah grogi.
9. Terlampau berlebihan menggunakan fasilitas margin sampai membuat pertimbangan tidak tenang saat sahamnya turun.
10. Hanya mengarah pada satu informasi sebagai dasar putuskan jual dan beli.
11.Tidak mau rugi atau cut loss
12. Mendikte pasar seperti pertimbangan.
13. Transaksi balas sakit hati, artinya pernah loss pada suatu saham dan kembali kerjakan jual beli karena balas sakit hati. Karenanya, Hari Prabowo mereferensikan agar investor disiplin dalam berdagang saham dan membuat ketetapan pribadi:
1. Jangan salahkan seorang jika rugi.
2. Jangan salahkan pasar.
3. Terima kesalahan dengan lega dada dan belajar ke kesalahan agar tidak terulang lagi.
4. Siap terima rugi.
5. Jika ragu dan pertimbangan kalut sampai tidak fokus, lebih baik tinggalkan pasar dulu.
6. Gunakan uang yang tidak ada keperluan khusus, sampai dapat menjalankan bisnis dengan tenang.
7. Jangan transaksi melalui kemampuan.
8. Setelah cicipi hasil, pergilah berlibur.
9. Jangan menjalankan bisnis saat ada persoalan pribadi.
10. Jangan average down berulang-ulang, upayakan maksimal 3x.
11. Jangan menjalankan bisnis karena ikut-ikutan.
12. Atur portofolio berdasarkan waktu dan sektor.
Apa Sih Bedanya Investasi Saham dan Trading Saham?
Sebagian orang salah ketahui ketidaksesuaian kedua nya, sampai sebagian orang takut dengan investasi saham. Sesegera benahi pengetahuan Anda letakingwat artikel berikut!
Investasi Saham dan Trading Saham itu Berbeda
Investasi dan trading adalah mekanisme keuangan untuk menambah kekayaan dengan 1 waktu periode dengan membeli dan taruh sebuah portfolio atau barisan asset.
Walau kedua nya memiliki arah yang sama yaitu memperoleh keuntungan, ternyata investasi saham berbeda dengan trading saham.
Dasar ketidaksesuaian mereka adalah masa waktu; di mana pada investasi fokusnya adalah waktu dengan tempo masa panjang sedang trading adalah transaksi masa pendek.
Ini membuat ketidaksesuaian pada strategi, ide dan tindakannya. Untuk kenali seterusnya, telah ada pembahasan untuk setiap kegiatan rutin keuangan itu.
Investasi Saham yang Dikerjakan oleh Investor
Investasi disimpulkan sebagai tindakan penimbunan satu bentuk asset dengan 1 kemauan mendapat keuntungan pada hari besok.
Dalam kata lain, pada pasar saham, investasi dapat diambil kesimpulan sebagai kegiatan membeli saham dan disimpan dan ditawarkan kembali kelak.
Investor tidak demikian peduli dengan menurunnya harga saham dengan keinginan bila harga akan balik naik kelak.
Investor dapat dibagi jadi investor instansi (perbankan, perusahaan asuransi dan lainnya) dan investor retail (investor perorangan). Satu diantaranya investor terkenal adalah Warren Buffet.
Karena masa waktunya panjang, investor akan memperhatikan dengan jeli faktor-faktor yang dapat memengaruhi saham itu.
Mereka tidak demikian dikuasai oleh fluktuasi harga. Biasanya, yang dibeli adalah saham emiten yang sehat dan kualitas kerja yang baik dengan fundamental yang kuat.
Mereka memfokuskan pembelian saham pada kesehatan perusahaan.
Instrument investasi yang biasa ditetapkan oleh investor adalah type investasi masa panjang seperti properti, industri (besar dan kecil) atau bisa berupa saham.
Terkecuali nilai asset yang semakin bertambah, investor mengambil keuntungan dari pembagian dividen secara periodik.
Buy and hold adalah ide dasar seorang investor. Mereka akan taruh investasi dengan waktu periode lebih satu tahun.
Mereka hanya akan melepaskan sahamnya saat arah mereka telah terpenuhi atau kualitas emiten mulai tambah jelek.
Biasanya type investasi yang ditetapkan oleh investor memiliki likuiditas rendah. Mereka biasanya menggunakan penelitian fundamental seperti price-earnings ratio dan ramalan management untuk membantu analitis perform perusahaan.
Risiko yang ada di investasi adalah risiko counter party dan risiko partial fills. Risiko counter party ada karena saat anda membutuhkan pihak lain untuk membeli asset saat anda menjualnya, demikian pula sebaliknya.
Sedang risiko partial fills adalah risiko yang terjadi bila asset anda hanya sukses terjual beberapa.
Seorang investor yang ingin menanam uangnya pada pembelian tanah, akan tentukan tanah yang berkualitas dari sisi ekonomi dengan memperhatikan penjual tanah, sertifikat, status sampai lingkungan sekitar.
Seterusnya, investor akan membeli tanah itu dan simpan hingga saat dia pensiun (contoh arah investasi: pendanaan masa pensiun).
Investor akan gunakan tanah itu dengan cara sewakannya dan mendapat pendapatan pasif berupa ongkos sewa.
Bertepatan sama waktu, tanah itu semakin bertambah nilainya, dan ketika pensiun nantinya, tanah itu akan diuangkan.
Bila terjadi kepentingan mendadak seperti biaya kesehatan dan sebagainya, karenanya investor akan jual tanah itu.
Tanah itu tidak ditawarkan bila terjadi kenaikan harga setahun setelah pembelian ataupun waktu saat sebelum masa investor pensiun.
Jika kamu tertarik dengan strategi Investor, kamu bisa mengikuti training Online Nilai Investing berikut agar kamu tidak salah membeli saham.
Trading Saham yang Dikerjakan oleh Trader
Trader adalah seseorang yang gunakan perubahan harga buat mencari keuntungan. Dalam bahasa dagang, istilah trading disebut perdagangan.
Jadi seorang trader akan membeli saham pada harga yang rendah dan jual pada harga yang makin tinggi. Rentang saat yang dikerjakan biasanya masa pendek, bisa per 15 menit, 30 menit atau paling lama masa 1 minggu.
Trading adalah kegiatan rutin yang dikerjakan trader dan dapat terjadi pada pasar saham atau pasar obligasi. Trader kerjakan transaksi dengan frekuensi yang jauh makin banyak dibandingkan investor dengan waktu periode pendek.
Jika seorang investor suka dengan tingkat keuntungan 15% setiap tahunnya, seorang trader mencari tingkat keuntungan itu tiap bulannya. Satu diantaranya investor yang terkenal adalah George Soros.
Posting Komentar untuk " Psikologi Trading untuk Jauhi Kegagalan Investasi Saham."